Sekolah Leader, Tempatnya Belajar Para Leader Hebat Part VII

Sekolah Leader
Liputan hari ke 7
Minggu, 26 April 2020

Apa kabarnya hari ini. Semoga keberkahan selalu menjadi milik kita semua. Terhindar dari segalam macam penyakit dan musibah.

Oraaait, tudey aku juga masih punya tugas buat ngeliput kelas Sekolah Leader yang tinggal hitungan jari ini dan materi hari ke 7 adalah mengenai;


  • Motivasi dan tekad
  • Kelola mood
  • Apa yang aku takutkan dan khawatirkan?
  • Bagaimana menghadapi tantangan dan kesulitan
  • Apa yang membuat aku tidak menyerah mengembangkan jaringan

Di hari ketujuh ini teh Indari menceritakan pengalamannya mengeluarkan produk baru. Di mana pada Januari 2020, ia dan timnya telah menelurkan produk baru yaitu, BUKUIN AJA. Ternyata, program ini diluar dugaan karena orderan benar-benar meledak dan membuatnya ia kebanjiran order.

Sayangnya, ia dan tim tidak siap karena memang kekurangan tim. Sehingga banyak pekerjaan yang molor kemudian hasil yang di bawah ekspektasi hingga membuat moodnya sebagai leader dan founder sempat swing. Akhirnya membuatnya sempat kurnag bergairah yang memperburuk moodnya.

Akhirnya, yang ia lakukan adalah mulai mengatur strategi. Dari situ ia mulai mencari apa yang menjadi pemicu mood menjadi lebih buruk hingga mencari kunci untuk mengatur ulang mood. Dan ini bukan perkara mudah.

Ia mengaku bahwa ini bukan kali pertama ia melakukan kesalahan. Di mana banjir orderan juga pernah terjadi di tahun 2009-2010.

Hingga akhirnya muncullah kebijakan-kebijakan baru yang harus berani ia lakukan. Seperti menutup layanan BUKUIN AJA di mana penulis hanya mengeluarkan dana 300ribu saja bisa menjadi sebuah buku solo.

Dari kesalahan-kesalahan yang sudah  dilalui, akhirnya seorang leader terus belajar untuk mengelola mood. Bahkan ia juga belajar legowo atas kesalahan yang pernah ia lakukan.

Salah satu cara yang ia lakukan untuk mengelola mood adalah pergi ke toko buku dan membaca buku-buku baru sehingga munculnya ide-ide baru. Seperti menambah jumlah tim, hingga membuat standarisasi pembuatan buku-buku hingga keputusan agar ia terjun langsung dalam projectnya. Dalam hal ini, BUKUIN AJA. Di mana, ia terlibat dalam proses proofing.

Dibalik semua kekecewaan yang telah terjadi, ia mulai melakukan banyak hal, seperti; menghubungi klien-klien yang kecewa via personal.

Di sini seorang leader bisa belajar bahwa, sebelum menyelesaikan masalah yang terjadi. Maka sebaiknya, perbaiki dulu mood sehingga akhirnya perasaan menjadi lebih bahagia, lebih baik hingga penyelesaian masalah menjadi lebih ringan.

Kemudian kembali pada motivasi dan tekad. Teh Indari menekankan bahwa, seorang leader pasti akan menemui berbagai kendala dan masalah. Maka seorang leader sebaiknya mampu membuat kebijakan-kebijakan baru sehingga jaringan Anda tidak terlunta-lunta dan bingung menentukan kemana arah jaringan yang telah dibentuk tersebut.

Motivasi dan tekad Anda sebagai leader memang harus sangat besar kemudian tidak mudah menyerah untuk mengembangkan jaringan pada bisnis yang Anda cintai.

Temukan hal-hal yang membuat Anda bahagia, temukan solusi-solusi yang membuat Anda kembali berperan menjadi leader. Dan ini merupakan sebuah tantangan bagi semua leader.


Jangan berhenti untuk bergerak. Jangan berhenti untuk melakukan inovasi dan hal-hal baru. Walaupun belum tentu semuanya berjalan baik.


Tugas hari ke 7

  1. Hal apa yang bisa membuat mood Anda negatif?
  2. Bagaimana cara Anda mengubah mood negatif menjadi solusi positif
  3. Ceritakanlah sebuah pengalaman Anda mengeluarkan satu inovasi atau program kerja yang kemudian membuat Anda merasa gagal dan ingin menyerah? Lantas apa kebijakan yang Anda lakukan?
  4. Apa yang Anda lakukan saat menghadapi tantangan atau kesulitan besar dalam program kerja Anda?
  5. Apa alasan Anda tidak mau menyerah dalam mengembangkan jaringan Anda?


Lita Widi H
Hey! Welcome to My Blog

Related Posts

Post a Comment