Featured Post

We'll Be Back Yogyakarta

Yogyakarta, kota dengan sejuta kenangan dan ke sana kami akan segera kembali.  23 Maret 2024,   Banyak sudah yang kita lalui setiap harinya, entah ce…

Indonesia Ramah Disabilitas Bersama IndiHome


Indonesia ramah disabilitas bersama IndiHome

Mendengar nama IndiHome, rasanya sudah tidak asing lagi, ya! Indonesia Digital Home demikian kepanjangannya, merupakan salah satu produk layanan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Untuk memudahkan penggunanya, Telkom Indonesia menghadirkan IndiHome sebagai layanan 3-in-1, sehingga dalam satu paket, sudah bisa menikmati saluran telepon, tayangan TV berbayar, dan tentu saja internet. 


Keberadaan internet pun, rasa-rasanya sudah tidak bisa lagi dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan akan informasi, komunikasi, konektivitas, hingga mendapatkan penghasilan, dan masih banyak lagi, benar-benar bisa dilakukan saat terhubung dengan internet.


Kemajuan teknologi ini, memang mengubah kehidupan manusia. Termasuk bagi penyandang disabilitas. 


Disabilitas di Tanah Air


Bicara tentang disabilitas, bagi aku ini sebuah budaya yang luar biasa. Mereka yang sebetulnya manusia-manusia tangguh, bahkan bisa menjadi guru dan teladan, bagi kita yang non disabilitas.


Disabilitas sendiri memiliki ragam, yang pasti, hingga saat ini, Indonesia belum cukup ramah untuk mereka. Miris, malah!


Hal ini dibuktikan dengan minimnya sarana dan prasarana umum yang belum ramah disabilitas. Termasuk masyarakatnya yang tidak dibekali pengetahuan akan budaya disabilitas.


Tahukah kamu? Bahwa setiap 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons with Disabilities (IDPD), dan masih juga belum banyak yang tahu.


Seperti dilansir, puslapdik.kemdikbud.go.id (diakses pada, 06/11/2022), dari total penduduk dunia pada tahun 2021 yaitu sebanyak 7 miliar penduduk, 15 persen di antaranya adalah disabilitas.


Dari 15 persen tersebut, 80 persennya, berada di negara berkembang. Buruknya, kelompok minoritas terbesar di dunia ini, hidup di bawah garis kemiskinan, dan kerap menghadapi keterbatasan akses, entah itu kesehatan, pendidikan, hingga pekerjaan yang layak.


Bahkan lebih dari 90 persen, anak-anak disabilitas yang berada di negara-negara berkembang, tidak mengenyam pendidikan. Sementara jumlah perempuan disabilitas yang bisa membaca hanya satu persen saja.


Tidak hanya itu, para perempuan disabilitas, memiliki risiko yang lebih besar dibanding para laki-laki penyandang disabilitas, dan tercatat, hampir 785 juta penyandang disabilitas yang berada di usia produktif, mayoritas tidak bekerja. 


Kalaupun bekerja, umumnya pendapatannya di bawah non disabilitas. Hal ini diperparah dengan minimnya perlindungan sosial, yang sangat dibutuhkan oleh para disabilitas. 


Perlu diingat, bahwa penyandang disabilitas pun memiliki setidaknya 24 hak yang diatur dalam Undang-Undang, di antaranya, hak hidup, pekerjaan, pendidikan, akses fasilitas, hak bebas dari stigma, kesejahteraan sosial dan pelayanan publik, dan lainnya.


Indonesia ramah disabilitas

Internet dan Disabilitas 


Kembali bicara tentang internet. Manfaat internet memang dibutuhkan oleh setiap manusia, baik oleh non disabilitas dan penyandang disabilitas. Terlepas dari bagaimana disabilitas mengaksesnya, tapi kebutuhan ini pun sama tingginya, dan sama haknya.


Seperti yang digaungkan dalam beberapa tahun belakangan ini, yaitu: 


No one left behind. Ini adalah tujuan dari SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu agenda internasional yang disusun oleh PBB (Perserikatan bangsa-bangsa), yang disepakati para pemimpin dunia, termasuk Indonesia. 


SDGs yang telah disusun pada 25 September 2015 ini, merupakan program internasional yang terdiri atas 17 tujuan, dan 163 target, yang diharapkan akan tercapai pada tahun 2030 yang akan datang. Itu artinya, delapan tahun dari sekarang. 


Adapun tujuan SDGs meliputi tiga dimensi, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan, harapannya  adalah mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, serta melindungi lingkungan. 


Termasuk di dalamnya melindungi hak-hak para disabilitas. 


Di Indonesia sendiri, sepertinya pemerataan akses teknologi digital untuk disabilitas ini masih belum dapat tercapai. Salah satu penyebabnya tentu saja, pola pikir masyarakat di negara ini, yang masih juga menganggap bahwa disabilitas, tidak mungkin memiliki peran yang besar di masyarakat.


Padahal, tidak sedikit, disabilitas yang justru memiliki keterampilan, bahkan bakat yang luar biasa, sehingga sudah seharusnya diberi peluang yang sama. Dengan begitu para disabilitas pun bisa mengembangkan diri dan berkesempatan mengeksplorasi potensi dirinya.


Dunia yang terhubung internet begitu luasnya dan sangat memungkinkan para disabilitas menemukan passion-nya. Tentunya dengan dukungan dan kesempatan yang diberikan oleh sekitarnya.


Dengan begitu, para disabilitas pun bisa memaksimalkan diri dan kemampuannya, bahkan berkesempatan mendapatkan yang lebih baik. 


IndiHome sebagai internetnya Indonesia, yang hingga saat ini sudah memiliki pelanggan lebih dari 8,7 juta (telkom.co.id, diakses 12/06/2022), diharapkan mereka di antaranya adalah para penyandang disabilitas.


Terlebih bila dikaitkan dengan Program CSR Telkom Indonesia, yaitu Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program Share, guna mendukung pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).


Semoga jumlah pengguna internet IndiHome makin meningkat dan fokus kepada aksesibilitas para difabel pun makin besar. Hal ini tentunya untuk menutup hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2021, yang menunjukkan bahwa hanya 9% penyandang disabilitas yang mendapatkan akses internet. 


Selebihnya, artinya 91% akses internet belum bisa dinikmati oleh penyandang disabilitas. Padahal, difabel juga memiliki hak membantu pemulihan ekonomi, baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, bahkan negara.


Kesimpulan:


Keberadaan internet  sebagai bagian dari teknologi digital dengan segala kemudahannya, baiknya bisa dinikmati oleh setiap manusia, tanpa memandang apakah ia seorang disabilitas atau non disabilitas. Kesempatan untuk mendapatkan hal yang sama, adalah bagian dari memanusiakan manusia. 

Indonesia sudah seharusnya ramah disabilitas, salah satu pemahamannya, bisa disebarluaskan melalui berbagai macam program yang bisa diakses melalui internet. 


IndiHome sebagai internetnya Indonesia dan produk kebanggaan Telkom Indonesia, Yang memiliki banyak pengguna, diharapkan bisa terus merangkul para penyandang disabilitas dan merasakan manfaat internet, sehingga bisa membantu mewujudkan Indonesia ramah disabilitas, dan mewujudkan impian dunia agar no one left behind. Semua maju, semua berhak maju. 


#IndiHome

#TelkomIndonesia

#Manfaatinternet

#InternetnyaIndonesia

#disabilitas

#difabel

#insklusif

#Indonesiaramahdisabilitas



Sumber: 


https://www.telkom.co.id/sites/about-telkom/id_ID/page/program-csr-70


https://www.telkom.co.id/sites/enterprise/id_ID/news/laporan-keuangan-telkom-q1--2022,-telkom-bukukan-pendapatan-konsolidasi-rp35,2-triliun-1667


https://www.liputan6.com/news/read/2460027/indihome-dorong-kemajuan-penyandang-disabilitas


https://sdgs.bappenas.go.id/tentang/#:~:text=Tujuan%20Pembangunan%20Berkelanjutan%2FSustainable%20Development,hak%20asasi%20manusia%20dan%20kesetaraan.


https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3014/menteri-bintang-mari-bersinergi-wujudkan-indonesia-ramah-disabilitas


https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_233426.pdf


https://digitalbisa.id/artikel/teknologi-dorong-disabilitas-jelajahi-peluang-digital-DB3xi



Lita Widi H
Hey! Welcome to My Blog

Related Posts

Post a Comment